KONTRIBUSI BAITUL HIKMAH DALAM PERKEMBANGAN KEILMUAN DAN PENDIDIKAN PADA MASA DINASTI ABBASIYAH

  • Kamalia S
  • Imawan D
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dinasti Abbasiyah mencapai puncak kejayaannya dalam bidang pendidikan yang ditandai dengan lahirnya Baitul Hikmah pada tahun 830 M sebagai pusat intelektual terintegrasi. Lembaga ini menjadi simbol kemajuan peradaban Islam melalui gerakan penerjemahan, riset, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejarah, peran, dan dampak Baitul Hikmah sebagai institusi pendidikan multifungsi yang mendorong transformasi keilmuan pada masa Abbasiyah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research, yang mengkaji sumber literatur seperti buku, jurnal, serta dokumen terkait dengan Baitul Hikmah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Baitul Hikmah berperan sebagai pusat penerjemahan, akademi, dan perpustakaan yang melahirkan ilmuwan Muslim terkemuka seperti al-Khawarizmi, Ibn Sina, Ibn Rusyd, dan berbagai tokoh lainnya. Lembaga ini juga memicu pendirian perpustakaan umum di berbagai kota Islam. Selain itu, Baitul Hikmah menjadi fondasi transformasi pendidikan Islam melalui integrasi keilmuan lintas budaya. Kontribusinya tidak hanya berdampak pada masa Abbasiyah, namun juga menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan modern.The Abbasid dynasty reached its peak in education with the establishment of Baitul Hikmah in 830 AD as an integrated intellectual center. This institution became a symbol of the progress of Islamic civilization through the movement of translation, research, and scientific development. This research aims to analyze the history, role, and impact of Baitul Hikmah as a multifunctional educational institution that encouraged scientific transformation during the Abbasid period. This research uses a descriptive qualitative method with a library research approach, which examines literature sources such as books, journals, and documents related to Baitul Hikmah. The results of this study show that Baitul Hikmah acted as a translation center, academy, and library that gave birth to prominent Muslim scientists such as al-Khwarizmi, Ibn Sina, Ibn Rushd, and various other figures. This institution also triggered the establishment of public libraries in various Islamic cities. In addition, Baitul Hikmah became the foundation of the transformation of Islamic education through cross-cultural scientific integration. Its contributions not only impacted the Abbasid period, but also inspired the development of modern education.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kamalia, S., & Imawan, D. H. (2025). KONTRIBUSI BAITUL HIKMAH DALAM PERKEMBANGAN KEILMUAN DAN PENDIDIKAN PADA MASA DINASTI ABBASIYAH. Madinah: Jurnal Studi Islam, 12(2), 367–385. https://doi.org/10.58518/madinah.v12i2.4054

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free