ANALISIS SEMIOTIK MEME ANIES BASWEDAN BANJIR JAKARTA

  • Hamid A
N/ACitations
Citations of this article
95Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Maraknya penggunaan media sosial di Indonesia, membuat para penggunanya bebas memproduksi berbagai pesan komunikasi berdasarkan fenomena yang ada. Konsekuensi ini lantas menghadirkan kreativitas warganet dalam memproduksi meme berupa  gambar atau video yang berisi gagasan,  ide, yang lucu sebagai sarana hiburan. Namun belakangan meme yang tadinya hanya dimaksudkan untuk bahan candaan memiliki tujuan lain yaitu satire untuk menyudutkan pihak-pihak tertentu seperti pada peristiwa banjir Jakarta yang melahirkan meme-meme yang beragam untuk mengkritik Gubernur Jakarta Anies  Bawesdan. Penelitian bertujuan untuk mengungkap makna semiotika di balik meme Anies Bawesdan tentang banjir Jakarta di twitter. Metode penelitian ini menggunakan pisau analisis semiotika Charles Pierce berupa tanda, obyek dan penafsir. Hasil penelitian mengungkap ada hubungan dan kesesuaian antara  tanda dengan makna semotika. Warganet ramai-ramai menggunakan gambar sebagai tanda untuk mengungkap ekspresi ketidaksukaan terhadap respon Anies Bawesdan dalam menuntaskan banjir Jakarta. Sedangkan makna obyek dalam meme terebut merupakan sindiran atau nyinyiran atas kelambanan Anies dalam menyelesaikan masalah banjir.Sedangkan daari sisi penafsir ada kesesuaian pemikiran dari warganet dengan meme hasil buatannya yang menyimpulkann bahwa Anies tidak becus menuntaskan masalah banjir Jakarta. Kata Kunci: meme, media sosial, semiotik, Anies Bawesdan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hamid, A. I. (2020). ANALISIS SEMIOTIK MEME ANIES BASWEDAN BANJIR JAKARTA. DIALEKTIKA KOMUNIKA: Jurnal Kajian Komunikasi Dan Pembangunan Daerah, 8(1), 36–45. https://doi.org/10.33592/dk.v8i1.554

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free