Abstract
Keterbelakangan, kemiskinan, dan kerentanan menjadi faktor penghambat difabel memenuhi kesejahteraanya. Campur tangan pihak ketiga dibutuhkan untuk memberikan akselerasi pemberian kehidupan yang layak bagi difabel. Negara, dunia usaha, dan kelompok masyarakat dihadapkan pada keterbatasan yang berbeda-beda pula. Sinergitas menjadi isu pokok sehingga pemberdayaan kelompok rentan melalui program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh multipihak dapat berjalan efektif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Cilacap dengan metode kualitatif dan pendekatan analisis deskriptif. Penelitian ini dipandu oleh teori konvergensi sehingga dapat dianalisis dan dipertajam isu yang dibahas dalam tulisan ini, dengan demikian didapat informasi bahwa dalam aktivtias kemitraan multipihak dibutuhkan beberapa catalystsebagai faktor pemicu, dan dilanjut dengan mutual agreement serta collective action sehingga hal yang dituju dapat tercapai. Program pelatihan pijat fisioterapi menjadi contoh best practice dalam agenda kemitraan multipihak untuk melaksanakan program pemberdayaan kelompok rentan difabel. Penciptaan akses kesejahteraan bagi difabel harus melibatkan banyak pihak Pertuni (CSO) berperan sebagai pilar utama penggerak perubahan dan pemberdayaan, PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant (Private sector) sebagai aktor pendukung dan pemerintah Kabupaten Cilacap (state) sebagai aktor yang melakukan kontrol melalui perumusan kebijakan sosial. Terdapat enam catalyst yang menjadi faktor pemicu pemberdayaan difabel oleh ketiga pihak tersebut diantaranya internal stimulus, change angent, innovation, technology, policy, dan mass media.
Cite
CITATION STYLE
Reiki Nauli Harahap ,Arnola Septa Maheswara. (2021). Pemberdayaan Kelompok Rentan Difabel Melalui Kemitraan Multipihak. Jurnal Masyarakat Dan Desa, 1(2), 164–178. https://doi.org/10.47431/jmd.v1i2.156
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.