Kondisi Kerusakan Terumbu Karang Akibat Aktivitas Wisata Snorkeling di Teluk Cina Pulau Lemukutan

  • Guntara E
  • Muliadi M
  • Nurrahman Y
N/ACitations
Citations of this article
31Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kerusakan terumbu karang yang berada di kawasan Teluk Cina, Pulau Lemukutan, khususnya kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas wisata snorkeling. Pengamatan terumbu karang menggunakan metode LIT (Line Intercept Transect) untuk menganalisis tingkat kerusakan. Hasil analisis dampak wisata snorkeling didapatkan kondisi ekosistem terumbu karang yang berada di perairan Teluk Cina masuk kedalam kategori rusak sedang, dengan angka stasiun 1 (1,47%,) stasiun 2 (2,41%), dan stasiun 3 (3,29%) dan, karang yang luka stasiun 1 (1,57%), stasiun 2 (2,48%), dan stasiun 3 (3,52%). Hal ini dapat menjadi acuan ilmiah bahwa ekosistem terumbu karang di Teluk Cina memerlukan perhatian dalam pemeliharaan dan penjagaan ekosistem, supaya tidak terjadi penurunan menuju kategori buruk.

Cite

CITATION STYLE

APA

Guntara, E., Muliadi, M., & Nurrahman, Y. A. (2023). Kondisi Kerusakan Terumbu Karang Akibat Aktivitas Wisata Snorkeling di Teluk Cina Pulau Lemukutan. Oseanologia, 2(1), 8. https://doi.org/10.26418/jose.v2i1.56355

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free