Resensi Buku: Crippled Grace: Disability, Virtue Ethics, and the Good Life

  • Nainggolan D
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Shane Clifton adalah seorang teolog Australia dan pernah menjabat sebagai Dekan Teologi di Alphacrucis College.1 Dalam dunia akademis, ia mengajar tradisi etika kebajikan gereja (Thomas Aquinas hingga Alasdair MacIntyre) namun setelah kelumpuhannya akibat cedera pada tulang belakang (quadriplegia) ia kemudian merefl eksikan pandangan mereka melalui pengalaman disabilitas yang dialaminya dalam buku Crippled Grace. Buku ini setidaknya membahas tiga bidang studi, yakni: tradisi kebajikan, studi disabilitas, dan teologi Kristen. Baginya, buku ini tidak hanya ditujukan kepada orang Kristen saja tetapi juga mereka yang menyebut diri agnostic dan ateis. Dengan tujuan untuk tidak menganggap teologi superioritas di atas studi disabilitas, melainkan upaya menghadirkan perbedaan wawasan ilmiah teologis, etika, dan disabilitas menjadi dialog kritis yang konstruktif. Tulisannya sangat kental diwarnai oleh pemikiran Aquinas (yang tidak terlepas dari fi lsafat Aristoteles) yang mengasumsikan teleologi dalam tradisi Kristen dan teologi anugerah. Clifton menyebut anugerah itu “crippled grace” sebagai upaya menggambarkan karunia Allah bagi penyandang disabilitas fi sik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nainggolan, D. M. (2021). Resensi Buku: Crippled Grace: Disability, Virtue Ethics, and the Good Life. GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual Dan Filsafat Keilahian, 6(1), 130. https://doi.org/10.21460/gema.2021.61.681

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free