Abstract
Keberadaan kupu-kupu di suatu kawasan dapat menjadi indikator adanya kerusakan lingkungan yang ada di sekitar kawasan tersebut. Taman Wisata Alam (TWA) Baning Sintang merupakan kawasan hutan rawa gambut dengan kerusakan tinggi akibat penurunan permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi kupu-kupu di Kawasan TWA Baning Sintang dikaitkan dengan faktor lingkungan. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menjelajah sepanjang jalur transek. Sampel kupu-kupu ditangkap menggunakan jaring serangga dan perangkap pada pagi, siang dan sore selama empat minggu. Hasil penelitian mendapatkan 571 individu yang terdiri dari 21 spesies dan empat famili, yaitu Lycaenidae, Nymphalidae, Papilonidae, dan Pieridae. Keanekaragaman kupu-kupu di TWA Baning Sintang termasuk dalam kategori sedang yang ditunjukkan dengan indek keanekaragaman bernilai 2.96, indek kemerataan cukup dengan indek 0.95, dan tidak ada dominansi spesies berdasarkan indek sebesar 0.06. Hasil PCA menunjukkan bahwa intensitas cahaya merupakan faktor lingkungan yang paling berpengaruh terhadap keberadaan spesies kupu-kupu di TWA Baning Sintang.
Cite
CITATION STYLE
Sahputra, R., Kustiati, K., & Junardi, J. (2023). Keanekaragaman Kupu-Kupu di Kawasan Taman Wisata Alam Baning Sintang, Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. BIOLOGICA SAMUDRA, 4(2), 150–158. https://doi.org/10.33059/jbs.v4i2.6093
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.