Hukum Kewarisan Islam

  • Amina S
N/ACitations
Citations of this article
208Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pelaksanaan hukum kewarisan Islam di Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun Kabupten Lumajang adalah:  pertama, hukum yang digunakan  untuk menyelesaikan perkara kewarisan  di desa Wotgalih adalah hukum adat, hukum Islam, dan hukum yang tertulis dalam KUH Perdata. Kedua, pengetahuan tentang hukum kewarisan Islam bagi masyarakat Wotgalih  masih relatif rendah. Hal ini disebabkan  tingkat pendidikan  yang masih rendah dan kurangnya sosialisasi  tentang hukum kewarisan Islam. Ketiga, tengtang pelaksanaan hukum kewarisan Islam, asas-asas yang ada dalam hukum kewarisan Islam  sebagian sudah  dilaksanakan. Misalnya asas bilateral individual, asas penyebaran dilingkungan keluarga, asas akibat dari kematian,  Pembagian harta waris dilakukan  setelah selamatan 100 dan 1000 hari  meninggalnya si pewaris.  Penentuan bagian waris dilakukan dengan cara musyawarah (rembugan)  yang mengutamakan keikhlasan ahli waris, sehingga angka-angka yang telah ditetapkan dalam hukum kewarisan Islam (faraidl) tidak digunakan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Amina, S. (2021). Hukum Kewarisan Islam. Nusantara Journal of Islamic Studies, 2(2), 80–90. https://doi.org/10.54471/njis.2021.2.2.80-90

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free