Abstract
Satu dari empat kematian di Indonesia disebabkan Coronary Heart Disease (CHD). Coronary Heart Disease merupakan penyakit kardiovaskular dengan prevalensi tertinggi di Bandung. Penyebab utama adalah aterosklerosis dengan faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang paling berhubungan dengan kejadian Coronary Heart Disease. Desain penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan retrospektif. Instrumen penelitian menggunakan daftar tilik elektronik dengan total sampling 1256 rekam medis di Rumah Sakit Swasta Bandung. Analisis data dengan distribusi frekuensi, Mann Whitney, Chi square, dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan CHD terjadi pada usia 25–99 tahun (mean 59.5 tahun) dengan distribusi frekuensi terbanyak pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 55.3%, hiperlipidemia 50.6% dan hipertensi 43.7%. Faktor risiko yang tidak berhubungan dengan kejadian CHD adalah obesitas. 5 faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian CHD sebanyak 31.6%, yaitu usia, jenis kelamin, hiperlipidemia, merokok dan diabetes melitus. Faktor risiko yang paling berhubungan dengan kejadian CHD adalah hiperlipidemia (OR 4.675) dan merokok (OR 4.302). Saran bagi tenaga kesehatan untuk melakukan promosi kesehatan kepada pasien mengenai faktor risiko CHD khususnya pada pasien dengan hiperlipidemia dan merokok.
Cite
CITATION STYLE
Yolino, C., Arianto, A. B., & Saptiningsih, M. (2022). FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN CORONARY HEART DISEASE. Jambura Nursing Journal, 4(2), 79–92. https://doi.org/10.37311/jnj.v4i2.15187
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.