Abstract
Siklus menstruasi menandakan proses kematangan organ reproduksi atau berhubungan dengan tingkat kesuburan seorang perempuan. Kualitas tidur dan kadar estrogen memiliki pengaruh terhadap siklus menstruasi. Tidur yang tidak berkualitas bisa menurunkan produksi melatonin dan menyebabkan peningkatan kadar estrogen, sehingga mempengaruhi siklus menstruasi. Beban akademik mahasiswi kedokteran yang berat berpotensi menimbulkan penurunan kualitas tidur dibandingkan masyarakat umum, hal ini dapat menimbulkan gangguan siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan siklus menstruasi pada mahasiswi FK UISU Tahun 2021. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasional analitik, desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel stratified random sampling dengan besar sampel sebanyak 109 mahasiswi. Variabel kualitas tidur diukur dengan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index. Sedangkan variabel siklus menstruasi diukur dengan kuesioner siklus menstruasi. Hasil penelitian melaporkan bahwa 52,6% mahasiswi memiliki kualitas tidur buruk dan sebesar 22,9% responden mengalami siklus menstruasi tidak normal. Hasil analisa data dengan menggunakan Chi-square test diperoleh nilai p=0,005 serta nilai odd ratio sebesar 4,773. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan siklus menstruasi pada mahasiswi FK UISU Tahun 2021.
Cite
CITATION STYLE
Siregar, H. S. N., Pane, A. H., Mustika, S. E., & Wardhani, K. (2022). HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI FK UISU TAHUN 2021. Jurnal Kedokteran STM (Sains Dan Teknologi Medik), 5(2), 101–108. https://doi.org/10.30743/stm.v5i2.319
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.