Abstract
Kecamatan Lekok merupakan salah satu wilayah yang menghasilkan ikan. Ikan teri merupakan salah satu jenis ikan yang menjadi potensi perikanan di pesisir pantai Lekok. Usaha pengolahan ikan teri di pesisir pantai Lekok merupakan salah satu komoditas unggulan dari hasil perikanan tangkap dengan nilai jual yang tinggi. Akan tetapi, dalam proses rantai pasoknya tidak luput dari risiko yang menghambat setiap proses rantai pasok dari mulai nelayan, pengepul dan pengecer. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis risiko sekaligus mitigasi risiko. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab prioritas risiko di setiap siklus rantai pasok pada TPI Lekok dan juga memberikan penanganan paling efektif untuk diterapkan terhadap prioritas risiko tersebut dengan menggunakan metode House Of Risk. Hasil dalam penelitian ini, terdapat 13 peristiwa risiko dan 16 agen risiko. Dari 16 agen risiko tersebut, ada 3 agen risiko yang memiliki pengaruh dominan, yaitu (A10), (A2), dan (A6). Berdasarkan agen risiko dominan ini, telah dirancang 7 tindakan mitigasi risiko yang dapat diterapkan. Setelah mempertimbangkan efektivitas penerapan dari masing-masing tindakan mitigasi, akhirnya ditemukan 4 strategi mitigasi utama yaitu menyediakan cold storage (PA4), mengadakan kerjasama dengan pengelola ikan (PA5), menyediakan standar operasional prosedur penyimpanan ikan (PA2) dan melalukan peninjauan rutin terhadap teknik penyimpanan ikan yang dilakukan karyawan (PA3).Lekok adalah salah satu kecamatan yang memiliki potensi perikanan dengan ikan teri menjadi salah satu jenis ikan yang menonjol di wilayah pesisir pantai Lekok. Pengolahan ikan teri di wilayah ini menjadi komoditas utama dalam hasil tangkapan perikanan dengan nilai jual yang tinggi.Akan tetapi, dalam proses rantai pasoknya tidak luput dari risiko yang menghambat setiap proses rantai pasok dari mulai nelayan, pengepul dan pengecer Oleh karena itu, analisis risiko harus dilakukan bersamaan dengan mitigasi risiko. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan alasan mengapa setiap siklus rantai pasok pada TPI Lekok memiliki prioritas risiko tertinggi dan juga memberikan penanganan paling efektif untuk diterapkan terhadap prioritas risiko tersebut dengan menggunakan metode House Of Risk. Hasil dalam penelitian ini, terdapat 13 peristiwa risiko dan 16 agen risiko. Dari 16 agen risiko tersebut, ada 3 agen risiko yang memiliki pengaruh dominan, yaitu (A10), (A2), dan (A6). Berdasarkan agen risiko dominan ini, telah dirancang 7 tindakan mitigasi risiko yang dapat diterapkan. Setelah mempertimbangkan efektivitas penerapan dari masing-masing tindakan mitigasi, akhirnya ditemukan 4 strategi mitigasi utama yaitu menyediakan cold storage (PA4), mengadakan kerjasama dengan pengelola ikan (PA5), menyediakan standar operasional prosedur penyimpanan ikan (PA2) dan melalukan peninjauan rutin terhadap teknik penyimpanan ikan yang dilakukan karyawan (PA3).
Cite
CITATION STYLE
Putro, Y. L., & Wahid, A. (2023). Analisis Risiko Supply Chain Ikan Teri Menggunakan Metode Hor (House Of Risk) Pada TPI. Lekok Pasuruan. Metode : Jurnal Teknik Industri, 9(2), 85–94. https://doi.org/10.33506/mt.v9i2.2653
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.