Abstract
Umumnya pendidikan kesehatan gigi dan mulut diperoleh melalui penyuluhan. Kelompok masyarakatyang sering dituju adalah anak-anak sekolah dasar, karena usia 6-14 tahun tergolong usia rentan danmerupakan masa yang baik untuk meletakkan dasar-dasar pendidikan kesehatan. Ada beberapametode penyuluhan diantaranya metode ceramah dan bermain yang bertujuan untuk meningkatkanpengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada siswa/i kelas V SD N 064026 Ladang Bambu,Medan Tuntungan. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan Uji T-tes, sampel adalahseluruh siswa/i kelas V SD N 064026 Ladang Bambu Medan Tuntungan yang berjumlah 60 0rangsiswa/i. Dari hasil penelitian yang didapat rata-rata skor pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhankesehatan gigi dan mulut dengan metode ceramah adalah 10,87, dengan metode bermain adalah 13.Nilai rata-rata skor pengetahuan sesudah penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan metodeceramah adalah 11,07. Dengan metode bermain adalah 14,3, kemudian dari hasil Uji statistikmenunjukkan selisih skor rata-rata sebelum dan sesudah penyuluhan dengan metode ceramah adalah2,3 dan selisih skor rata-rata sebelum dan sesudah penyuluhan dengan metode bermain sebesar 3,23 /p(0,016) ; p<0,05 secara statistik ada perbedaan yang bermakna. Dapat ditarik kesimpulan bahwa darikedua metode penyuluhan yang digunakan dapat meningkatkan pengetahuan siswa/i tentangkesehatan gigi dan mulut namun metode bermain lebih efektif pada anak-anak dibandingkan denganmetode ceramah.
Cite
CITATION STYLE
Ramadhan, E. S. (2019). EFEKTIFITAS METODE CERAMAH DAN BERMAIN DALAM PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP PENGETAHUAN SISWA/I SD N 064026 LADANG BAMBU MEDAN TUNTUNGAN 2014. Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist), 8(3), 267–271. https://doi.org/10.36911/pannmed.v8i3.368
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.