Analisis Faktor Risiko Asfiksia Neonatorum di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2021

  • Shanun Shari Sakunti
  • Rini Fitriani
  • Syatirah Jalaluddin
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
45Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Asfiksia merupakan penyebab kedua terbanyak kematian neonatal di Indonesia pada tahun 2019 dengan kasus sebanyak 5.464 kasus. Asfiksia terjadi karena kurangnya aliran darah ataupun pertukaran gas dari atau ke janin pada bayi baru lahir. Jika keadaan ini tidak ditangani secara cepat dan tepat maka dapat menyebakan kerusakan organ vital. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Labuang Baji Makassar. Desain penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional dengan pendekatan case control. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medik pasien. Dari sampel 47 kasus dan 47 kontrol dengan uji chi square odd rasio didapatkan ibu dengan anemia, Ibu dengan Ketuban Pecah Dini (KPD), Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan usia gestasi merupakan faktor resiko terjadinya kejadian asfiksia neonatorum  di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2021 dengan hasil yang signifikan P-Value ≤ 0,05 dan masing-masing nilai OR 3,410; 3,872; 7,451; 7,765.

Cite

CITATION STYLE

APA

Shanun Shari Sakunti, Rini Fitriani, Syatirah Jalaluddin, & Andi Tihardimanto. (2024). Analisis Faktor Risiko Asfiksia Neonatorum di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2021. Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal, 8(2), 63–73. https://doi.org/10.24252/alami.v8i2.36692

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free