Abstract
Asfiksia merupakan penyebab kedua terbanyak kematian neonatal di Indonesia pada tahun 2019 dengan kasus sebanyak 5.464 kasus. Asfiksia terjadi karena kurangnya aliran darah ataupun pertukaran gas dari atau ke janin pada bayi baru lahir. Jika keadaan ini tidak ditangani secara cepat dan tepat maka dapat menyebakan kerusakan organ vital. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Labuang Baji Makassar. Desain penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional dengan pendekatan case control. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medik pasien. Dari sampel 47 kasus dan 47 kontrol dengan uji chi square odd rasio didapatkan ibu dengan anemia, Ibu dengan Ketuban Pecah Dini (KPD), Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan usia gestasi merupakan faktor resiko terjadinya kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2021 dengan hasil yang signifikan P-Value ≤ 0,05 dan masing-masing nilai OR 3,410; 3,872; 7,451; 7,765.
Cite
CITATION STYLE
Shanun Shari Sakunti, Rini Fitriani, Syatirah Jalaluddin, & Andi Tihardimanto. (2024). Analisis Faktor Risiko Asfiksia Neonatorum di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2021. Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal, 8(2), 63–73. https://doi.org/10.24252/alami.v8i2.36692
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.