Kejadian Premenstrual Syndrome Berdasarkan Karakteristik Usia

  • Kurniawati R
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Di Indonesia 85% gejala premenstrual syndrome dialami oleh wanita usia produktif. Penyebab premenstrual syndrome belum jelas, tetapi satu faktor yang memegang peranan dan meningkatkan resiko ialah ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron. PMS semakin sering dan mengganggu  dengan bertambahnya usia, terutama antara usia 30–45 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kejadian premenstrual syndrome  pada wanita usia 15-34 tahun dan  ≥35  tahun di Dusun Krajan Desa Sukosari Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah studi komparasi dengan pendekatan crosssectional. Subjek penelitian adalah wanita usia 15-34 tahun dan ≥35 tahun di Dusun Krajan Desa Sukosari Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember yang dipilih secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan nilai ρ < 0,05 yang artinya ada perbedaan antara kejadian premenstrual syndrome pada wanita usia 15-34 tahun dengan wanita usia  ≥35  tahun. Pada penelitian ini kejadian premenstrual syndrome pada wanita usia 15-34 tahun dan  ≥35  tahun terjadi perbedaan karena beberapa faktor salah satunya adalah perubahan hormon sebelum menstruasi.Kata Kunci : Sindrom premenstrual, Wanita Usia 15-34 dan  ≥35  Tahun

Cite

CITATION STYLE

APA

Kurniawati, R. S. (2019). Kejadian Premenstrual Syndrome Berdasarkan Karakteristik Usia. MIKIA: Mimbar Ilmiah Kesehatan Ibu Dan Anak (Maternal and Neonatal Health Journal), 3(1). https://doi.org/10.36696/mikia.v3i1.57

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free