Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah pengaruh interpretasi agama (Islam), budaya organisasi dan individualism berpengaruh pada kualitas etos kerja muslim. Berdasarkan hasil analisis, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai jawaban atas permasalahan dan tujuan yang telah ditetapkan: Berdasarkan hasil analisis regresi parsial dihasilkan temuan jika ketiga variabel bebas secara sendiri-sendiri (parsial) tidak berpengaruh signifikan terhadap etos kerja Muslim. Berdasarkan hasil uji analisis regresi diketahui jika variabel bebas yang mempunyai pengaruh dominan pada etos kerja Muslim adalah variabel bebas budaya organisasi. Namun, dengan besarnya pengaruh semua variabel bebas yang tidak sampai satu persen (0,8%), maka dominasi variabel budaya organisasi tidaklah berpengaruh. Etos kerja Islam tidaklah serendah pandangan para peneliti etos kerja terdahulu, khususnya dalam usaha membandingkan dengan etos kerja Protestan. Etos kerja Islam juga menekankan perlunya suatu perubahan, ditandai dengan tingginya respons terhadap indikator-indikator yang merupakan unsur-unsur penting dalam suatu perubahan seperti kedisiplinan, jiwa wiraswasta, semangat belajar dan kreativitas.
Cite
CITATION STYLE
Munawir, M. (2018). Interpretasi Agama, Budaya Organisasi dan Individualisme terhadap Etos Kerja Muslim: Studi pada Rumah Sakit Islam Gondanglegi. Jihbiz : Jurnal Ekonomi, Keuangan Dan Perbankan Syariah, 2(1), 43–64. https://doi.org/10.33379/jihbiz.v2i1.766
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.