Abstract
Ekowisata Bukit Lawang di Taman Nasional Gunung Leuser memiliki potensi besar melalui daya tarik alam, budaya lokal, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi serta analisis SWOT. Hasil menunjukkan kekuatan pada keindahan alam, budaya, dan penerapan Community-Based Tourism (CBT), dengan kelemahan pada pengelolaan sampah, keterbatasan kapasitas masyarakat, dan komersialisasi budaya. Peluang pengembangan terletak pada tren wisata berkelanjutan, festival budaya, dukungan pemerintah/LSM, dan digitalisasi promosi, sedangkan ancamannya meliputi kerusakan lingkungan, homogenisasi budaya, dan fluktuasi wisatawan. Penelitian menyimpulkan bahwa pengembangan ekowisata Bukit Lawang perlu menitikberatkan pada konservasi, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat agar dapat bersaing secara nasional dan internasional.
Cite
CITATION STYLE
Paturohman, R., Zafia, A. P., Cahyani, W. D., Sitorus, K. A., Anisa, N., Dalimunthe, N., & Syam, N. F. (2025). Ekowisata Bukit Lawang: Harmoni Alam, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat. PEMA, 5(3), 286–291. https://doi.org/10.56832/pema.v5i3.1723
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.