Abstract
Penelitian ini bertujuan menggambarkan proses penerapan model Discovery Learning dalam pembelajaran IPS, sekaligus menjelaskan bentuk implementasinya serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya pada siswa kelas XI SMP Negeri 2 Dawe Kudus. Penelitian ini berangkat dari temuan awal bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih perlu ditingkatkan. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan pembelajaran, dokumentasi, dan penilaian terhadap lima indikator kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan Discovery Learning dapat berlangsung secara efektif ketika guru mampu menghadirkan stimulus yang relevan dan menetapkan alur kerja penemuan yang jelas. Aktivitas seperti pengamatan, eksplorasi informasi, diskusi kelompok, analisis data, hingga pemaparan hasil mendorong siswa berpikir lebih sistematis dan kritis. Penerapan model ini juga berkontribusi pada peningkatan skor kemampuan berpikir kritis yang awalnya berada pada kategori “cukup” kemudian meningkat menjadi “baik”. Faktor-faktor seperti dukungan guru sebagai fasilitator dan kesesuaian materi dengan pengalaman siswa menjadi pendorong utama keberhasilan model ini, sementara hambatan yang muncul berkaitan dengan perbedaan kemampuan awal dan keterbatasan waktu pembelajaran. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa Discovery Learning efektif digunakan untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis apabila diterapkan melalui perencanaan yang matang dan pendampingan yang konsisten.
Cite
CITATION STYLE
Khansa’, I., & M. Nur, D. M. (2025). Penerapan Model Discovery Learning dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran IPS Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Dawe Kudus. JIMU:Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 3(04). https://doi.org/10.70294/jimu.v3i04.1654
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.