PERILAKU KEPEMIMPINAN TRADISIONAL PESANTREN

  • Arifin Z
N/ACitations
Citations of this article
72Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kepemimpinan tidak bisa dilepaskan dari kata ‘kekuasaan’, karena kekuasaan merupakan modal untuk menjadi pemimpin. Arti kepemimpinan itu sendiri adalah proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuai dengan kehendak pemimpin. Sementara perilaku kepemimpinan dapat dikategorikan pada 2 (dua) kategori, yaitu perilaku yang perhatiannya pada hasil produksi, dan perilaku yang perhatiannya cenderung pada sumber daya manusia. Perilaku kepemimpinan tradisional atau yang sering disebut sebagai gaya kepemimpinan otoriter adalah perilaku kepemimpinan yang seringkali memberi lingkup yang sangat sempit terhadap kebebasan, kreatifitas dan inisiatif bawahan. Pihak bawahan selalu melakukan apa yang difatwakan oleh atasannya, pendapat dan inisiatif  bawahan hampir tidak ada. Dan sekiranya bawahan mempunyai inisiatif dan potensi tinggi ia hanya cukup untuk menjalankan fatwa kiai.Sistem organisasi yang dicantumkan dalam bentuk formal tidak seluruhnya berpengaruh terhadap mekanisme kerja sehari-hari. Pemetaan sistem administrasi didominasi oleh fatwa kiai dan sangat jarang bersumber dari tugas dan fungsi jabatan yang ditetapkan dalam organisasi. Sifat hubungan kiai dan kariawan bawah dalam gaya kepemimpinan jenis ini menunjukkan tanda-tanda kekerabatan

Cite

CITATION STYLE

APA

Arifin, Z. (2015). PERILAKU KEPEMIMPINAN TRADISIONAL PESANTREN. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 24(2). https://doi.org/10.33367/tribakti.v24i2.176

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free