MODEL KEMITRAAN PADA UMKM JAMU TRADISIONAL MADURA MELALUI PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

  • Ramadhanti Y
  • Destiarni R
  • Muti’ah D
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kabupaten Pamekasan merupakan salah satu wilayah di Pulau Madura yang memiliki potensi dalam bidang produksi dan pengembangan jamu tradisional. Namun hingga kini, keberadaan UMKM jamu tradisional di Pamekasan berjalan secara individual dan berkembang menurut seleksi alam serta belum terdapat suatu kemitraan yang mewadahinya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis model kemitraan yang sesuai bagi UMKM jamu tradisonal Madura di Kabupaten Pamekasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM jamu tradisional di Kabupaten Pamekasan seluruhnya merupakan usaha dengan skala mikro. Sebagian besar pelaku UMKM jamu tradisional menyatakan belum memiliki kemitraan. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa model kemitraan jamu tradisional di Pamekasan dapat dibentuk melalui kriteria finansial dengan bobot 0.498 dan alternatif kriteria modal dengan bobot 0.394. Namun, kriteria-kriteria lain dalam hierarki juga perlu dipertimbangkan dalam menyusun model kemitraan UMKM jamu tradisional guna menyesuaikan dengan kondisi UMKM jamu tradisional di Pamekasan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ramadhanti, Y. C., Destiarni, R. P., & Muti’ah, D. (2022). MODEL KEMITRAAN PADA UMKM JAMU TRADISIONAL MADURA MELALUI PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 8(1), 468. https://doi.org/10.25157/ma.v8i1.6905

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free