Abstract
Tindakan melenceng seperti mengonsumsi narkoba, pelecehan seksual, tawuran, agresi, maupun bullying, muncul dan memengaruhi kehidupan siswa Kekerasan yang terjadi pada siswa sangat memprihatinkan, sehingga kekerasan tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja secara khusus fenomena perilaku bullying pada siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kekerasan yang sering terjadi di sekolah dan kurangnya pemahaman siswa tentang bullying. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh layanan informasi berbasis media audiovisual dalam meningkatkan pemahaman tentang bahaya bullying pada siswa kelas. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis eksperimen dengan desain penelitian pre-eksperimen one group pre-test post-test design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 86 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yakni sampel diambil berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil pre-test yang diperoleh terdapat 38 orang siswa yang menjadi sampel penelitian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji paired samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pemahaman tentang bahaya bullying siswa sebelum diberikan perlakuan rata-rata skor 96,25 dengan kategori sedang, dan setelah diberikan perlakuan rata-rata skor 140,34 dengan kategori tinggi. Dari hasil uji paired samples t-test, menunjukkan nilai Sig (2-tailed) <0,05 yakni sebesar 0,000. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dalam pelaksanaan layanan informasi berbasis media audiovisual dalam meningkatkan pemahaman tentang bahaya bullying pada siswa.
Cite
CITATION STYLE
Fahmil Abdillah, & Rusman, A. A. (2024). Layanan Informasi Berbasis Media Audiovisual terhadap Pemahaman tentang Bahaya Bullying pada Siswa. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha, 15(1), 11–18. https://doi.org/10.23887/jibk.v15i1.81660
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.