Ruang Terbuka Hijau Sebagai Upaya Mengurangi CO2 Dari Kegiatan Produksi Minyak Bumi Tradisional di Wonocolo

  • Regitadella B
  • Utami A
  • Irawan A
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Timbulan emisi CO2 di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Tahun 2017 tercatat sektor energi menyumbang 558.890.000 ton CO2 (48,57%) dari total emisi CO2 yang terjadi di Indonesia. Desa Wonocolo juga berperan dengan menghasilkan 10.046,52 ton CO2/tahun dari kegiatan produksi minyak bumi tradisional. 10.046,52 ton CO2 dari kegiatan produksi minyak bumi tersebut, sebanyak 5.323,49 kg CO2/tahun terurai di udara dan sebagian lainnya dapat mencemari lingkungan. Kegiatan produksi minyak bumi tersebut masih dinilai kurang memperhatikan lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan arahan pengelolaan lingkungan berupa RTH untuk mengurangi emisi CO2 yang dengan menggunakan perhitungan matematis, sehingga dapat diketahui luas RTH dan jumlah tumbuhan yang dibutuhkan. Jenis tumbuhan yang ditetapkan adalah pohon sengon (Albizia chinensis) dan perdu pucuk merah (Syzygium paniculatum), kedua tumbuhan tersebut termasuk tumbuhan yang dapat mereduksi CO2. RTH yang harus tersedia minimal seluas 128.370 m2 yang dapat ditanami 7.600 pohon sengon dan 400 perdu pucuk merah, sehingga dapat mereduksi 73.912,83 ton CO2/tahun. Selain dapat mereduksi CO2, RTH tersebut dapat menghasilkan O2 lebih banyak. Kata Kunci: Ruang Terbuka Hijau (RTH); Energi; Lingkungan; Pengelolaan Lingkungan; Produksi Minyak Bumi Tradisional

Cite

CITATION STYLE

APA

Regitadella, B., Utami, A., & Irawan, A. B. (2021). Ruang Terbuka Hijau Sebagai Upaya Mengurangi CO2 Dari Kegiatan Produksi Minyak Bumi Tradisional di Wonocolo. Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI, 2(1). https://doi.org/10.31315/psb.v2i1.4452

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free