Abstract
Kelompok wirausahawan dalam membangun kehidupan masyarakat telah membuktikan keberhasilannya dengan efektif di beberapa negara. Kehadiran kelompok wirausahawan di Malaysia telah membangun nilai strategis. Tidak hanya sekedar menciptakan kesejahteraan masyarakat, melainkan telah membangun komunitas usaha masyarakat yang didasari oleh simbiosis mutualistik antara dua negara serumpun ini. Sejauh ini kelompok wirausahawan di kedua negara sebagian besar baik di Indonesia maupun di Malaysia, lebih banyak lahir relatif tidak sistematis. Permasalahan ini tidak bisa dipertahankan untuk jangka panjang, harus ada usaha membangun budaya usaha khususnya di kalangan generasi muda. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini menawarkan solusi membahas dua aspek penting yakni pertama, merumuskan model jaringan usaha pada komoditi kreatif di kalangan generasi muda. Kedua, merumuskan strategi pembinaan wirausaha muda dengan menempatkan potensi ASEAN sebagai pasar potensial industri kreatif di kalangan anak muda Malaysia khususnya di Kedah. Pembinaan dan pengembangan indusri kreatif dapat dilakukan pada generasi muda melalui usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang bertujuan untuk menumbuh kembangkan wirausahawan dalam membangun perekonomian masyarakat berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan. Tim menyampaikan tentang Tujuan pembinaan industry kreatif sebagai contoh penerepan di Indonesia seperti yang tertuang dalam pasal 5 UU Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Cite
CITATION STYLE
Afrianda, R. T., Zulherawan, Z., Ma’dan, M. binti, & Alex, M. (2023). Strategi Pengembangan Potensi Kepemudaan Dalam Membantu Pemerintah Mengembangkan Industri Kreatif Di Kedah. BERDAYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(02 (Oktober)), 1–8. https://doi.org/10.25299/berdaya.2023.14761
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.