Popular Culture and Hegemony in Novel Everything Everything (A Discourse Analysis)

  • Handayani W
  • Lustyantie N
  • Zuriyanti Z
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Budaya adalah cara orang berperilaku, bersosialisasi dengan orang lain dan menggunakan bahasa yang biasa dia gunakan. Budaya dapat berubah dalam banyak hal. Cara orang berbicara, cara orang memakai pakaian, dan cara orang menggunakan teknologi. Budaya pop dapat ditemukan dalam cerita Everything Everything oleh Nicola Yoon. Hal ini tercermin dalam cara karakter berperilaku dan cara karakter memiliki hubungan dengan orang lain. Salah satu faktanya, novel ini memiliki kisah romantis yang disukai oleh orang-orang saat ini. Novel ini juga menunjukkan budaya yang berbeda dari dunia yang berbeda. Selain itu, novel ini menunjukkan bagaimana remaja berperilaku di era mienial. Peneliti dalam novel ini mencoba untuk mengetahui beberapa karakteristik budaya populer dan hegemoni. Novel ini dianalisis menggunakan metode kualitatif. Analisis wacana digunakan untuk menganalisis data dalam novel ini. Bagian analisis wacana yang digunakan adalah analisis semiotika oleh Roland Barthes dan analisis wacana struktur mikro oleh Halliday. Berdasarkan penelitian, penulis menemukan budaya populer berkaitan dengan kehidupan remaja Amerika. Penulis juga menemukan beberapa hygemoni seperti kebebasan, perkawinan, keluarga dan dominasi orang-orang yang bekerja di posisi tinggi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Handayani, W., Lustyantie, N., & Zuriyanti, Z. (2021). Popular Culture and Hegemony in Novel Everything Everything (A Discourse Analysis). JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 4(8), 760–772. https://doi.org/10.54371/jiip.v4i8.340

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free