Abstract
Bab 5 menyajikan analisis berdasarkan suara dan narasi perempuan yang terlibat dalam pembuatan dan pemasaran kain tenun di Kabupaten Lombok Timur dan di Kota Kupang. Bab ini percaya bahwa di balik setiap helai kain tenun terdapat cerita kehidupan perempuan. Analisis menggarisbawahi pentingnya para pembuat kebijakan memperhatikan suara dan pengalaman para perempuan penenun, agar kebijakan yang disusun tidak hanya berorientasi pada pemenuhan target komoditas ekonomi kreatif semata. Kebijakan yang diluncurkan tanpa dilengkapi struktur pendukung yang baik bagi perempuan penenun, justru dapat menjerumuskan para perempuan penenun dalam lingkaran kemiskinan dan terjebak dalam beban berlipat tiga (triple burden); sehingga harapan akan memperoleh kesejahteraan dari penjualan kain tenun sulit tercapai. Persoalan ketimpangan kesejahteraan diantara para perempuan dari kelas sosial yang berbeda (kelas sosial bawah yang menjadi penenun, dan kelas sosial menengah atas yang berperan dalam pemasaran kain tenun) menjadi persoalan krusial yang penting untuk diatasi dalam ekonomi kreatif tenun. Upaya apapun yang dilakukan seyogianya selalu mempertimbangkan upaya menciptakan relasi gender yang lebih baik, bagi perempuan dan memberdayakan perempuan.
Cite
CITATION STYLE
Kurniawati Hastuti Dewi. (2023). NARASI PEREMPUAN DALAM EKONOMI KREATIF KAIN TENUN DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR DAN KOTA KUPANG. In Perempuan dan Ekonomi Kreatif Tenun: Perspektif Gender. Penerbit BRIN. https://doi.org/10.55981/brin.588.c673
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.