Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penambahan pollard dan bekatul dalam pembuatan silase rumput odot (Pennisetum purpureum,cv. Mott) terhadap kecernaan dan produksi gas secara in vitro. Materi penelitian adalah rumput odot, pollard dan bekatul sebagai bahan aditif. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali pengelompokkan berdasarkan pengambilan cairan rumen. Perlakuan terdiri dari: P0= rumput odot tanpa bahan aditif, P1= rumput odot + pollard 20%, P2= rumput odot + bekatul 20%, P3= rumput odot + pollard 10% + bekatul 10%. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Variabel yang diamati yaitu kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO), produksi gas (PG) kumulatif, serta degradasi dari residu PG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap KcBK dan KcBO, namun memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) pada PG kumulatif dan degradasi. Dapat disimpulkan bahwa rumput odot + 20% pollard (P1) merupakan perlakuan terbaik ditinjau dari nilai KcBK (62,34%), KcBO (68,18%) serta didukung dengan nilai PG kumulatif dan degradasi yang tinggi. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai komponen serat dan uji in vivo.
Cite
CITATION STYLE
Hartutik, H., Fajri, A. I., & Irsyammawati, A. (2018). Pengaruh Penambahan Pollard dan Bekatul dalam Pembuatan Silase Rumput Odot (Pennisetum purpureum, Cv.Mott) Terhadap Kecernaan dan Produksi Gas Secara In Vitro. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis, 1(1), 9–17. https://doi.org/10.21776/ub.jnt.2018.001.01.2
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.