Abstract
Obat merupakan unsur yang sangat penting dalam upaya penyelenggaraan kesehatan, oleh karena itu ketersediaan obat harus selalu terjamin. Ketersediaan obat yang tidak terjamin, atau terjadinya kekosongan obat di sarana kefarmasian seperti apotek, dapat berakibat menurunkan tingkat kepercayaan konsumen. Dalam perspektif Islam, kebutuhan akan obat termasuk dalam maqashid al-dharuriyyat (keperluan primer) karena berkaitan dengan menjaga nyawa atau memelihara jiwa (hifdz al-nafs). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa proses perencanaan dan pengadaan di Apotek Farmarin sudah sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian dan sudah sesuai dengan persfektif islam yaitu pengadaan di Apotek Farmarin menggunakan metode konsumsi dan metode epidemiologi dan dengan memperhatikan kehalalan obat.
Cite
CITATION STYLE
Nastiti, N. S., Amanda, S., & Yanualisarani, C. (2025). Gambaran proses perencanaan dan pengadaan kebutuhan farmasi di apotek farmarin dalam perspektif Islam. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 378–386. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v8i1.402
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.