PERCERAIAN DALAM PERJANJIAN LAMA DAN IMPLIKASINYA DALAM KEHIDUPAN KEKRISTENAN MASA KINI

  • Rusli R
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pernikahan adalah institusi yang ditetapkan Allah. Seiring jatuhnya manusia, maka imbas dosa memberikan pengaruh besar dalam hidup manusia sehingga perceraian menjadi masalah serius merongrong keutuhan suatu pernikahan. Tuhan sejak awal tidak pernah merancangkan perceraian di dalam pernikahan. Tentunya Tuhan menyatakan bahwa dalam suatu pernikahan kudus ialah seorang laki-laki yang akan bersatu dengan isterinya dan keduanya menjadi satu daging. Allah merancangkan pernikahan menjadi satu keutuhan relasi yang indah. Sejak Perjanjian Lama, Kitab Suci telah menegaskan keutuhan suatu pernikahan di mana Allah dan rencana-Nya hadir di dalamnya. Memahami prinsip penting ini menolong orang percaya dapat menghadapi tantangan perceraian makin marak di tengah-tengah zaman, serta memberikan pemahaman teologi yang tepat untuk mengatasinya sesuai kebenaran yang dinyatakan dalam Kitab Suci.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rusli, R. (2020). PERCERAIAN DALAM PERJANJIAN LAMA DAN IMPLIKASINYA DALAM KEHIDUPAN KEKRISTENAN MASA KINI. GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI, 9(2), 108–114. https://doi.org/10.71361/gjtm.v9i2.5

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free