Abstract
Tradisi Ngambeng merupakan bentuk rasa Bhakti generasi muda Desa Pakraman Bedulu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tradisi Ngambeng ini dilakukan oleh para remaja dan anak-anak di Desa Bedulu. Tradisi Ngambeng yakni remaja mencari sarana upacara ke rumah-rumah penduduk di wilayah Desa Bedulu yang Menyungsung Pura Samuantiga. Tradisi ini spontan dilakukan oleh anak-anak dan remaja ketika 15 hari sebelum pelaksanaan Piodalan di Pura Samuantiga dilaksanakan tanpa adanya perintah ataupun paksaan dari prajuru adat. Tradisi ini biasanya berlangsung selama 7 hari, dan 8 hari sebelum pelaksanaan Piodalan di Pura Samua Tiga tradisi Ngambeng ini akan selesai dengan sendirinya tanpa ada perintah. Hasil dari Ngambeng ini akan dikumpulkan untuk sarana perlengkapan Piodalan di Pura Samuantiga. Tradisi Ngambeng di Pura Samuantiga Desa Bedulu merupakan Tradisi warisan yang telah dilaksanakan secara turun temurun dan dilaksanakan sejak dari berdirinya Pura Samuantiga. Eksistensi Tradisi Ngambeng Di Pura Samuantiga Desa Bedulu tradisi Ngambeng itu berada secara aktual atau secara riil dan keberadaan tradisi ini terus bertahan dari dulu sampai sekarang, karena masyarakat yakin dan percaya dengan melakukan tradisi Ngambeng dapat meleestarikan tradisi dan menjaga keharmonisan dengan Tuhan, alam dan umat manusia yang dikenal dengan Tri Hita Karana. Peranan Tradisi Ngambeng Dalam Membina Sraddha Dan Bhakti Generasi Muda Desa Bedulu
Cite
CITATION STYLE
Ni Gusti Ayu Kartika. (2022). Tradisi Ngambeng di Pura Samuantiga sebagai Sarana Untuk Membina Sraddha dan Bhakti Generasi Muda Desa Pakraman Bedulu Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar. VIDYA SAMHITA: Jurnal Penelitian Agama, 8(1), 59–66. https://doi.org/10.25078/vs.v8i1.854
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.