Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji urgensi batik mark dalam menjawab permasalahan batik Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode eksploratory. Subyek dalam penelitian ini adalah para pengusaha atau perajin batik di sentra industri batik Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa masalah yang dihadapi oleh batik Indonesia adalah : terjadinya penjiplakan motif, munculnya batik printing, derasnya batik impor masuk ke Indonesia, rendahnya minat generasi muda untuk menekuni seni membatik, lambatnya perkembangan industri batik karena masalah modal dan pemasaran, minimnya pengetahuan konsumen tentang berbagai jenis batik, rendahnya minat perajin dan pengusaha batik untuk mengurus hak kekayaan intelektual atas hasil karyanya, dan sebagainya. Program sertifikasi batik mark membantu pemerintah dalam menghadapi beberapa masalah batik Indonesia tersebut. Batik mark dapat melindungi, melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan batik Indonesia ke seluruh penjuru dunia. Dalam implementasinya, batik mark masih mengalami kendala, terutama kurangnya minat UKM batik untuk mengurus batik mark ke Balai Besar Kerajinan Batik Indonesia. Untuk itu, pemerintah perlu menggencarkan program sosialisasi urgensi batik mark kepada para produsen batik.
Author supplied keywords
Cite
CITATION STYLE
Sari, I. P., Wulandari, S., & Maya, S. (2019). URGENSI BATIK MARK DALAM MENJAWAB PERMASALAHAN BATIK INDONESIA ( STUDI KASUS DI SENTRA BATIK TANJUNG BUMI ) Program Studi Pendidikan Ekonomi , Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial , Universitas Indraprasta PGRI. Sosio E-Kons, 11(1), 16–27. Retrieved from https://www.mendeley.com/catalogue/125b1dc0-b2d3-3219-af1d-29c9f8139d10/
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.