Abstract
Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang-pedagang Arab dan Gujarat dari India yang tertarik dengan rempahrempah. Kemudian mereka membentuk koloni-koloni Islam yang ditandai dengan Komunikasi penyiaran dakwah dalam sejarah islamisasi di daerah perbatasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perkembangan pendidikan islam pada masa awal di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis liberary research. Berdasarkan penelitian dijelaskan bahwa kawasan Kalimantan adalah bagian dari Nusantara. Karena itu berbagai perkembangan Islam di Nusantara secara umum dalam berbagai aspeknya juga turut memengaruhi dan membentuk wajah Islam di kawasan Kalimantan. Hal ini dapat terjadi karena masing-masing wilayah satu sama lain saling berhubungan dan saling berinteraksi, baik itu di Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Dalam interaksi dan relasi itu berbagai jaringan baik itu bersifat sosial-ekonomi, sosial-politik maupun sosial-intelektual telah terbentuk di kalangan umat Islam di Nusantara yang memungkinkan terjadinya saling mempengaruhi, saling berkontribusi, dan bahkan saling berkompetisi. Tokoh pendidikan islam masa awal di Kalimantan adalah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Fatimah, Syekh Abdul Wahab Bugis, Datu Kandang Haji dan Datu Muning alias Datu Sanggul. Juga Syekh Muhammad Thayyib Bin Mas'ud Al-Banjari, Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari, dan Syekh Abdul Hamid Abulung.
Cite
CITATION STYLE
Hamzah, R. A., Bahaking Rama, & Arifuddin Siraj. (2023). PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA AWAL DI KALIMANTAN, LEMBAGA DAN TOKOHNYA. JBI : Jurnal Bahasa Indonesia, 1(2), 63–70. https://doi.org/10.59966/jbi.v1i2.660
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.