Abstract
Berkeringat merupakan salah satu cara tubuh untuk menyesuaikan suhu. Apabila suhu lingkungan di sekitarnya lebih rendah dari suhu kulit, maka pengeluaran panas akan meningkat, sedangkan jika suhu lingkungan di sekitarnya lebih panas, maka kelenjar keringat akan diaktifkan dan keringat yang keluar dapat menyebabkan suhu kulit menurun. Kini telah ditemukan sebuah metode terapi yang mudah, tanpa menggunakan suntikan, laser, maupun operasi yaitu hanya dengan mengalirkan arus listrik ke kulit. Terapi ini disebut dengan iontophoresis atau terapi stimulasi listrik. Terapi ini dapat mengurangi keringat berlebih dengan cara memberi rangsangan berupa listrik pada kulit sehingga mengganggu kerja kelenjar keringat dan mengurangi sekresi keringat. Selain untuk mengurangi produksi keringat, Iontophoresis juga dapat bermanfaat untuk mengatasi masalah lain seperti inflamasi, kejang otot, luka yang terbuka, dan lain sebagainya. Hal tersebut berdasarkan pada larutan atau obat yang digunakan. Namun, perlu diperhatikan penggunaannya pada wanita hamil, seseorang dengan implan logam (penggantian sendi), seseorang dengan epilepsi dan seseorang dengan kondisi jantung, atau epilepsi tidak disarankan untuk menggunakan alat iontophoresis.Kata kunci : Iontophoresis, keringat, kulit
Cite
CITATION STYLE
Nurafifah, A., Bashirah, D., Sabila, R., & Indrayani, S. (2019). Keringat Berlebih? Atasi dengan Terapi Iontophoresis. Farmasetika.Com (Online), 3(2), 27. https://doi.org/10.24198/farmasetika.v3i2.21619
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.