Abstract
In expressing an utterance, a person performs a speech act. In performing speech acts, the use of polite language needs to be considered. Not infrequently we feel that we have been speaking properly and correctly, but without realizing it we don't know whether our language is polite or not. To find out this, we can look at using pragmatics. Language politeness, namely through the principle of politeness in language. This principle has several maxims, namely the tact maxim, the generosity maxim, the approbation maxim, the modesty maxim, the agreement maxim, and the sympathy maxim. Therefore, researchers are interested in deepening pragmatic studies, especially language politeness, namely in utterances uttered in a novel. In this study, the method used to analyze the data that researchers have obtained uses a qualitative approach. The data source used for this research is novel entitled Hujan by Tere Liye, while the data type of this research is written data, in the form of story quotes and character dialogues in the novel which contain language unity in the novel. In this study, researchers used data collection techniques in the form of note-taking techniques. The research results in the novel Hujan by Tere Liye found data as many as 39 stories. Keywords: language politeness, maxim, pragmatic, novel Abstrak Dalam mengungkapkan sebuah ujaran, seseorang melakukan tindak tutur. Dalam melakukan tindak tutur, pemakaian bahasa yang santun sangat perlu diperhatikan. Tidak jarang kita merasa sudah melakukan kegiatan bertutur dengan baik dan benar. Namun tanpa disadari, kita tidak mengetahui, cara berbahasa sudah santun atau tidak. Untuk mengetahui hal ini, dapat dilihat dengan menggunakan ilmu pragmatik. Untuk mengetahui kesantunan berbahasa seseorang yakni melalui prinsip kesantunan berbahasa. Prinsip ini memiliki beberapa maksim, yaitu maksim kebijaksanaan (tact maxim), maksim kemurahan (generosity maxim), maksim penerimaan (approbation maxim), maksim kerendahan hati (modesty maxim), maksim kecocokan (agreement maxim), dan maksim kesimpatian (sympathy maxim). Karena itu, peneliti tertarik mendalami kajian pragmatik khususnya kesantunan berbahasa yakni dalam tuturan yang diujarkan dalam sebuah novel. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk menganalisis data yang peneliti peroleh menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan untuk penelitian ini adalah novel berjudul Hujan karya Tere Liye, sedangkan jenis data penelitian ini adalah data tulisan berupa kutipan cerita dan dialog tokoh dalam novel yang mengandung kesatuan berbahasa di dalam novel. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa teknik catat. Dari hasil penelitian dalam novel Hujan karya Tere Liye ditemukan data sebanyak 39 tuturan. Kata kunci: kesantunan berbahasa, maksim, kajian pragmatik, novel
Cite
CITATION STYLE
Siagian, Y. S. (2021). Politeness of Speech Between Characters in Novel Hujan by Tere Liye: A Pragmatic Study. Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(1), 119–133. https://doi.org/10.21009/aksis.050110
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.