Penerapan Sistem Informasi Geografis Untuk Analisis Daerah Rawan Banjir Di DAS Rejoso Sebagai Upaya Mitigasi Banjir

  • Sekar Padma Lestari
  • Suhartanto E
  • Andawayanti U
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Bencana banjir merupakan suatu ancaman pada DAS Rejoso yang dapat menghambat kegiatan masyarakat dan dapat menimbulkan kerugian. Untuk menanggulangi banjir yang terjadi setiap tahun, diperlukan pengelompokan daerah rawan banjir dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan metode scoring dan pembobotan. Terdapat 6 parameter banjir yang digunakan, yaitu curah hujan, kemiringan lereng, elevasi, kerapatan sungai, jenis tanah, dan tutupan lahan. Dari hasil pemetaan diperoleh 5 kelas rawan banjir yang berbeda yaitu “sangat rawan” dengan luas 44,58 km2 (12,01%), “rawan” dengan luas 85,77 km2 (23.10%), “sedang” dengan luas 40,31 km2 (10,86%), “tidak rawan” dengan luas 92,03 km2 (24,78%), dan “sangat tidak rawan” dengan luas 108,63 km2 (29,26%). Kemudian dilakukan analisis upaya mitigasi struktural dengan embung kecil dan kolam retensi serta mitigasi non-struktural dengan sistem peringatan dini.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sekar Padma Lestari, Suhartanto, E., & Andawayanti, U. (2024). Penerapan Sistem Informasi Geografis Untuk Analisis Daerah Rawan Banjir Di DAS Rejoso Sebagai Upaya Mitigasi Banjir. Jurnal Teknologi Dan Rekayasa Sumber Daya Air, 4(02), 1379–1392. https://doi.org/10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.115

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free