SOSIALISASI PENDIDIKAN ANTI KEKERASAN BAGI GURU SEKOLAH DASAR DESA BUTUKAN DAN KODOLAGON KEC. BOKAT KAB.BUOL

  • Candra Cuga
  • Yuli Y
  • Muhammad Sarlin
N/ACitations
Citations of this article
37Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Konflik dan kekerasan dalam iklim sosial sekolah dapat memberikan dampak negatif terhadap proses belajar siswa. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dipandang sebagai pintu gerbang untuk melaksanakan  tugas pengembangan budaya bagi pelajar, maka sekolah harus memiliki kekuatan strategis untuk menciptakan budaya positif sesuai dengan falsafah masyarakat. Jika diperhatikan keadaan saat ini, iklim sekolah tidak selamanya damai dan aman. Hal ini karena konflik dan kekerasan sering terjadi pula di sekolah dalam bentuk konflik dan kekerasan  sederhana  maupun  serius.  Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya sosialisasi tentang Pendidikan anti kekerasan melalui kurikulum pendidikan dasar yaitu  sekolah  dasar  (SD)  hingga  perguruan  tinggi/universitas. Sekolah Dasar Desa Butukan dan Kodolagon merupakan salah sekolah di Kabupaten Buol memiliki potensi untuk menerapkan Pendidikan anti kekerasan secara  kurikuler. Analisis kebutuhan dapat   tercermin dari strutur sosial   sekolah   yang  mencerminkan keberagaman dari sisi etnis, agama dan ekonomi siswa maupun guru.

Cite

CITATION STYLE

APA

Candra Cuga, Yuli, Y. adhani, & Muhammad Sarlin. (2022). SOSIALISASI PENDIDIKAN ANTI KEKERASAN BAGI GURU SEKOLAH DASAR DESA BUTUKAN DAN KODOLAGON KEC. BOKAT KAB.BUOL.  Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin, 1(2). https://doi.org/10.56127/jammu.v1i2.166

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free