Abstract
Belalang Sexava merupakan hama penting kelapa yang merusak daun dan buah. Penelitian analisis kerusakan daun dan buah kelapa akibat diserang oleh belalang Sexava bertujuan untuk mengetahui mekanisme kerusakan. Pengamatan visual in situ dilakukan di Pulau Salibabu, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, sementara analisis jaringan dan analisis kimia pada bakal buah terserang serta pengamatan gejala penyakit sekunder dilakukan di laboratorium. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses kerusakan daun dan buah kelapa akibat digigit belalang Sexava terjadi secara mekanik. Gejala fitotoksik akibat gigitan belalang dan gejala penyakit sekunder tidak ditemukan. Jaringan buah yang luka setebal beberapa milimeter tampak mengering dan mati, sementara itu jaringan di dekat luka tampak normal. Kadar gula reduksi, selulosa, dan lignin, antara jaringan bakal buah sehat (1,22%, 2,72%, 5,66%) dan yang terserang (1,22%, 2,85%, 4,84%) relatif sama. Bakal buah terserang rontok, sedangkan buah terserang dari tandan umur lebih dari 3 bulan masih tumbuh dan berkembang sampai tua.
Cite
CITATION STYLE
Wagiman, F. X., Hosang, M. L. A., & Lala, F. (2020). Analisis kerusakan daun dan buah kelapa akibat serangan belalang Sexava. Jurnal Entomologi Indonesia, 16(3), 171. https://doi.org/10.5994/jei.16.3.171
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.