Embung Bandung Bondowoso Tourism Sustainability Strategy in Sidobandung Village, Balen District, Bojonegoro Regency

  • Setyandhinavia A
  • Kartikaningsih H
  • Wahyudi S
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Embung Bandung Bondowoso Tourism offers water tourism which originates from the Pacal River, Bojonegoro Regency. The choice for developing Embung Bandung Bondowoso tourism is because it is to utilize the embung which has been owned since 2020. Even though Bandung Bondowoso tourism has been open since February 1st 2022 and is currently still in the development process. The development of tourist villages is also a form of accelerating integrated village development to encourage social, cultural and economic transformation of villages. This research uses quantitative research methods. In this research, this was done by filling out a Multidimensional Scaling questionnaire and then analyzing the quantitative data obtained to answer the problem formulation regarding the sustainability status of the research location. The resulting index value shows that the 5 dimensions (ecological, social, economic, institutional and technological) of Embung Bandung Bondowoso Tourism already have very good sustainability status. The sensitive attributes that most influence sustainability and need to be considered are green open spaces, condition and availability of clean water, landslides, erosion and damage to water resources, conflicts of interest between residents, level of education, development of local products, community service providers and ease of reaching the location.Wisata Embung Bandung Bondowoso adalah wisata air yang ada di Desa Sidobandung. Wisata Embung Bandung Bondowoso menawarkan wisata air yang bersumber dari aliran Sungai Pacal Kabupaten Bojonegoro. Di Wisata Embung Bandung Bondowoso wisatawan dapat menikmati berbagai permainan seperti aneka permainan air, taman bermain anak, spot foto selfie dan juga sepeda air. Ada pula penjual-penjual makanan, minuman dan panggung yang dapat digunakan sebagai tempat outbond dikawasan Wisata Embung bandung Bondowoso. Pilihan untuk pengembangan wisata Embung Bandung Bondowoso karena untuk memanfaatkan embung yang dimiliki sejak tahun 2020.  Meskipun wisata Bandung Bondowoso telah dibuka sejak 01 Februari 2022 dan sampai saat ini masih dalam proses pengembangan. Pengembangan desa wisata juga merupakan salah satu bentuk percepatan pembangunan desa secara terpadu untuk mendorong transformasi sosial, budaya, dan ekonomi desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan pada bulan September 2023 – Desember 2023. Dalam penelitian ini, dilakukan adalah dengan pengisian kuesioner Multidimensional Scaling lalu menganalisis data kuantitatif yang didapatkan untuk menjawab rumusan masalah mengenai status keberlanjutan lokasi penelitian. Nilai indeks yang dihasilkan menunjukkan bahwa 5 dimensi (ekologi, sosial, ekonomi, kelembagaan dan teknologi) pada Wisata Embung Bandung Bondowoso Desa Sidobandung Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro sudah memiliki status keberlanjutan yang sangat baik. Atribut sensitif yang paling mempengaruhi keberlanjutan dan perlu diperhatikan adalah ruang terbuka hijau, kondisi dan ketersediaan air bersih, tanah longsor, erosi dan rusaknya sumber daya air, konflik kepentingan antar warga, tingkat pendidikan, pengembangan produk lokal, pokdarwis dan kemudahan mencapai lokasi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Setyandhinavia, A., Kartikaningsih, H., & Wahyudi, S. T. (2025). Embung Bandung Bondowoso Tourism Sustainability Strategy in Sidobandung Village, Balen District, Bojonegoro Regency. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 11(2), 284–299. https://doi.org/10.29303/jppipa.v11i2.6726

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free