Abstract
Telah dilakukan pengujian bioaktivitas ekstrak kasar aseton, fraksi, dan subfraksinya dari Ulva fasciata terhadap sel lestari tumor HeLa. U. fasciata dimaserasi dalam aseton lalu ekstrak disaring dan pelarut dievaporasi. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kasar aseton U. fasciata mengandung golongan senyawa flavonoid, steroid, dan saponin. Ekstrak kasar tersebut memiliki aktivitas antioksidan (IC50 = 411,81 mg/mL) lebih rendah dibandingkan vitamin C sebagai control (IC50 = 5,01 mg/mL). Ekstrak kasar aseton dipartisi menggunakan heksan, etil asetat, dan metanol-air. Hasil uji toksisitas terhadap Artemia salinamenunjukkan nilai LC50 dari ekstrak kasar aseton, fraksi heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi metanol-air masing-masing sebesar 103,86; 128,03; 63,07; dan 406,05 mg/mL. Hasil uji sitotoksisitas terhadap sel lestari tumor HeLa menunjukkan nilai IC50 dari ekstrak kasar aseton, fraksi heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi metanol-air masing-masing sebesar 62,86; 43,56; 18,85; dan 37,56 mg/mL. Fraksi etil asetat yang memiliki sitotoksisitas tertinggi kemudian difraksinasi melalui kolom khromatografi Sepra C-18 dengan elusi gradien polaritas menghasilkan 6 subfraksi. Hasil uji sitotoksisitas masing-masing subfraksi terhadap sel lestari tumor HeLa pada konsentrasi 19 mg/mL menunjukkan nilai inhibisi: subfraksi-1 negatif (non-aktif); subfraksi-2 > 100% (sitotoksik); subfraksi-3 > 100% (sitotoksik); subfraksi-4 > 100% (sitotoksik); subfraksi-5 < 50% (non-aktif); dan subfraksi-6 = 100% (sitostatik).
Cite
CITATION STYLE
Wikanta, T., Prabukusuma, A., Ratih, D., & Januar, H. I. (2010). Bioaktivitas Ekstrak Kasar Aseton, Fraksi, dan Subfraksinya dari Ulva fasciata Terhadap Sel Lestari Tumor Hela. Jurnal Pascapanen Dan Bioteknologi Kelautan Dan Perikanan, 5(1), 1. https://doi.org/10.15578/jpbkp.v5i1.421
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.