Abstract
Konferensi Nasional Danau Indonesia ( KNDI ) di Bali tahun 2009 menetapkan Danau Rawapening sebagai salah satu dari 15 ( lima belas ) danau/waduk yang memerlukan prioritas dalam pemulihan kerusakan danau di Indonesia. Alih fungsi lahan yang terjadi pada Sub DAS Rawapening memicu terjadinya peningkatan kerusakan lahan yang berimbas pada tingginya laju erosi dan s edimentasi di Danau Rawapening. Penelitian ini menggunakan pendekatan positivistik/kuantitatif dengan metode analisis yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif yang menggambarkan variabel -variabel dan fenomena-fenomena yang terjadi. Hasil perhitungan erosi dan sedimentasi menunjukkan bahwa erosi dan sedimentasi di Danau Rawapening menurun dari tahun 1991, 2001 dan 2011. Hal ini dikarenakan ada beberapa faktor yang bersifat dinamis pada analisis yang dilakukan. Untuk melihat pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap erosi dan sedimentasi secara mendalam maka digunakan nilai erosivitas rata-rata sebesar 2.523,09. Hasil analisis menunjukkan bahwa penurunan luas lahan tegakan berbanding terbalik dengan laju erosi, jumlah erosi dan sedimentasi. Sedang kan luasan lahan terbangun berbanding lurus dengan laju erosi, jumlah erosi, dan sedimentasi. Perubahan penggunaan lahan yang menyebabkan kenaikan erosi terbesar adalah perubahan penggunaan lahan dengan tegakan menjadi lahan terbangun dan perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi lahan terbangun.Kata kunci : perubahan penggunaan lahan, erosi, sedimentasi
Cite
CITATION STYLE
Aprilliyana, D. (2015). Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Sub DAS Rawapening terhadap Erosi dan Sedimentasi Danau Rawapening. JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA, 11(1), 103. https://doi.org/10.14710/pwk.v11i1.8661
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.