Abstract
Dalam konteks teknologi pertahanan modern, konsep pengalaman pengguna (user experience, UX) tidak hanya berfokus pada aspek kegunaan (usability), tetapi juga mencakup faktor emosional dan strategis yang berdampak pada efektivitas operasional serta keselamatan personel militer. Implementasi UX di bidang ini menghadapi tantangan berupa tingginya beban kerja kognitif, kompleksitas antarmuka, serta kebutuhan akan transparansi dan akuntabilitas pada sistem kecerdasan buatan (AI) otonom. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan konsep UX tersebut melalui studi literatur sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan UX dalam sistem pertahanan telah berevolusi dari sekadar orientasi fungsional menjadi pendekatan holistik yang mempertimbangkan aspek trust, satisfaction, safety, fairness, dan accountability. Berbagai pendekatan desain, termasuk Design Thinking, User-Centered Design, dan konsep Meaningful Human Control, telah diterapkan untuk memastikan keselarasan antara teknologi canggih dan kebutuhan kognitif pengguna. Temuan studi ini menegaskan bahwa desain UX yang efektif berkontribusi pada pengurangan risiko, percepatan pengambilan keputusan, dan peningkatan kesiapan operasional. Implikasinya, perancang sistem pertahanan perlu mengintegrasikan prinsip UX sejak tahap awal pengembangan untuk mendukung inovasi teknologi yang selaras dengan prinsip-prinsip etika militer.
Cite
CITATION STYLE
Abhista Wachnata, D., Jandhana, I. P., & Aritonang, S. (2025). PERKEMBANGAN KONSEP USER EXPERIENCE DALAM TEKNOLOGI PERTAHANAN MODERN: STUDI LITERATUR. JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 9(5), 7906–7913. https://doi.org/10.36040/jati.v9i5.14887
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.