Abstract
Mulyasari Village is one of the villages in Ciampel sub-district, Karawang Regency, West Java, Indonesia with a population of 6,817 in 2024. The village has a number of potentials that can be developed, especially in agriculture. However, this potential has not been optimized to the optimum. The Mulyasari Village community still has limitations in developing this potential, and there are still a number of problems that must be given solutions, including the lack of public awareness of waste management, stunting problems, rampant bullying cases, community businesses that have not kept up with the times, the absence of activities for 3 months at the green house in Mulyasari Village, and the absence of a reading corner at the Mulyasari Village preschool. In general, the goal of Singaperbangsa University (UNSIKA) Community Service Program (KKN) in the context of community service is to improve the standard of living of the community through a series of UNSIKA KKN programs and activities implemented by UNSIKA students. The method used in this KKN is an extension method consisting of six stages of activities, namely: 1) Determination of the organizational structure. 2) Observation of KKN partners. 3) Formulation of work programs by adjusting the observation results. 3) Implementation. 4) Evaluation of activities. 5) Final report. The UNSIKA KKN program in Mulyasari Village produced seven excellent programs to improve the level of health, education, economy, and environment of the community in Mulyasari Village. These programs include: 1) Stunting socialization with the provision of PMT. 2) Logo and Social Media creation for Soy Milk UMKM. 3) Literacy learning media for all PAUD in Mulyasari village. 4) Making road signs on several sides of the mulyasari village road. 5) Reviving the Hydroponic Green House. 6) Produce solid and liquid organic fertilizer composter. 7) Conducting anti-bullying and ethics socialization activities for all elementary schools in Mulyasari village. Based on the observations and analysis made by UNSIKA students during the KKN activities, it can be concluded that Mulyasari Village has great potential to be developed. With good and optimal management, these potentials can improve the welfare of the people of Mulyasari Village.Desa Mulyasari merupakan salah satu desa di kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Indonesia dengan jumlah penduduk sebanyak 6.817 jiwa pada tahun 2024. Desa ini memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan khususnya dalam bidang pertanian. Namun, potensi tersebut belum dioptimalkan secara maksimal. Masyarakat Desa Mulyasari masih memiliki keterbatasan dalam mengembangkan potensi tersebut, serta masih terdapat sejumlah masalah yang harus diberi solusi diantaranya adalah, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pengolahan sampah, permasalahan stunting, maraknya kasus bullying, usaha masyarakat yang belum mengikuti perkembangan zaman, tidak adanya aktivitas selama 3 bulan di green house Desa Mulyasari, dan tidak adanya pojok baca di PAUD desa Mulyasari. Secara umum, tujuan yang ingin dicapai dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa (UNSIKA) dalam konteks pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui serangkaian program dan kegiatan KKN UNSIKA yang dilaksanakan oleh mahasiswa UNSIKA. Metode yang digunakan dalam KKN ini merupakan metode penyuluhan yang terdiri dari enam tahapan kegiatan yaitu: 1) Penetapan struktur organisasi. 2) Observasi mitra KKN. 3) Perumusan program kerja dengan menyesuaikan hasil observasi. 3) Pelaksanaan. 4) Evaluasi kegiatan. 5) Laporan akhir. Melalui program KKN UNSIKA di Desa Mulyasari menghasilkan tujuh program unggulan untuk meningkatkan tingkat kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan masyarakat di Desa Mulyasari. Program-program tersebut, diantaranya adalah: 1) Sosialisasi Stunting dengan pemberian PMT. 2) Pembuatan logo dan Sosial Media untuk UMKM Susu Kedelai. 3) Media pembelajaran literasi untuk seluruh PAUD yang ada di desa Mulyasari. 4) Membuat Plang jalan di beberapa sisi jalan desa mulyasari. 5) Menghidupkan kembali Green House Hidroponik. 6) Menghasilkan komposter pupuk organik padat dan cair. 7) Melakukan kegiatan sosialisasi anti bullying dan etika untuk seluruh SD yang ada di desa Mulyasari. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis yang dilakukan oleh para mahasiswa UNSIKA, dapat disimpulkan bahwa Desa Mulyasari memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Dengan pengelolaan yang baik dan optimal, potensi-potensi tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Mulyasari.
Cite
CITATION STYLE
Dewi, I. P. (2024). PELESTARIAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA ALAM DESA MULYASARI MELALUI KEGIATAN KULIAH KERJA NYATA UNSIKA. Jurnal Abdi Insani, 11(2), 1057–1068. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v11i2.1463
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.