Abstract
Perilaku merokok merupakan kebiasaan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari pada masyarakat di berbagai tempat dan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar kolesterol di dalam darah. Nikotin merupakan komponen utama pada rokok yang berperan dalam peningkatan asam lemak bebas sehingga kadar LDL menjadi tinggi. Bahan kimia lain yang ditemukan dalam rokok, yaitu akrolein, dapat merusak HDL sehingga mengganggu tugas HDL dalam mengumpulkan LDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata kadar kolesterol total perokok dan non perokok pada pegawai Jasa Pengiriman Swasta di Bantargebang Kota Bekasi. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen analitik komparatif tidak berpasangan 2 kelompok. Analisis data yang digunakan adalah uji T Independent. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar kolesterol total masing-masing kelompok sampel 25 responden untuk perokok dan non perokok yaitu 216,6 mg/dL dan 179,2 mg/dL. Kadar kolesterol total di atas nilai normal banyak ditemukan pada perokok dengan lama konsumsi >10 tahun dan perokok dengan konsumsi jumlah batang rokok 11-21 batang/hari. Simpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan rata-rata kadar kolesterol total yang bermakna antara responden perokok dan non perokok pada pegawai Jasa Pengiriman Swasta di Bantargebang Kota Bekasi dengan tingkat kemaknaan (α =5%) (p=0,000). Pada perokok, nikotin dan akrolein merupakan komponen utama yang berperan dalam terjadinya gangguan kadar lipid dalam tubuh.
Cite
CITATION STYLE
Setiawan, H., Lestari, P., & Aulia, A. (2024). THE DIFFERENCES IN TOTAL CHOLESTEROL LEVELS OF SMOKERS AND NON-SMOKERS IN PRIVATE DELIVERY SERVICE EMPLOYEES IN BANTARGEBANG, BEKASI CITY. Jurnal Fisioterapi Dan Kesehatan Indonesia, 4(01), 44–50. https://doi.org/10.59946/jfki.2024.291
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.