Abstract
Guna tercapainya distribusi produk migas ke seluruh Indonesia yang efektif dan juga efisien dalampengoperasian kapal, PT XYZ menetapkan sistem standarisasi waktu pada setiap proses aktivitas diseluruh port milik PT XYZ dengan sebutan Integrated Port Time (IPT). Fenomena tingginya angka IPT di suatu port Terminal BBM merupakan salah satu permasalahan yang butuh perhatian terhadapkegiatan bongkar/muat produk. Salah satu dampaknya adalah pada biaya charter kapal. Peritiwa inidapat disebabkan oleh beberapa faktor (waiting time). Berdasarkan hasil analisis pada port Integrat?ed Terminal Bitung khususnya periode bulan Januari – Maret tahun 2022 menunjukan bahwa ter?jadinya over IPT sebesar 42 jam 39 menit yang faktor penyebab terbanyak oleh waiting ullage.Kemudian dilaksanakan analisis lanjutan menggunakan metode cause and effect (fishbone diagram)untuk menentukan penyebab terbesar kapal mengalami waiting ullage. Didapatkan hasil bahwa kapa?sitas penimbunan stock khsusunya produk pertalite, solar dan juga avtur tidak memenuhi minimalketahanan stock yang ideal, hal ini yang mengakibatkan kapal harus menunggu ketersediaan ullagepada proses penerimaan stock supply oleh Integrated Terminal XYZ via tanker. Upaya yang harusdilakukan adalah dengan penambahan kapasitas penimbunan yang nantinya dapat menekan angkaIPT berdasarkan baseline yang ditentukan 41 jam, selain itu upaya tersebut juga dapat meminimalisirbiaya charter kapal yang dikeluarkan sebesar Rp 12.251.934.871,06 selama 3 (tiga) bulan.Kata kunci: Integrated Port Time (IPT), waiting ullage, coverage days, biaya charter
Cite
CITATION STYLE
Gintu, M. A., & Sugito, B. (2022). ANALISIS WAITING TIME TERHADAP INTEGRATED PORT TIME (IPT) DI INTEGRATED TERMINAL XYZ. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Energi Dan Mineral, 2(1), 804–815. https://doi.org/10.53026/sntem.v2i1.976
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.