Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan, mendiskripsikan dan menganalisis bahasa Inggris yang dibutuhkan oleh pramuwisata lokal Desa Wisata Taro di Kabupaten Gianyar, Bali dalam melaksanakan tugas sehari-hari mereka sebagai pramuwisata lokal di Desa Wisata Taro, seperti menyapa tamu, menyambut kedatangan tamu, memperkenalkan diri, memberikan informasi tentang obyek wisata Desa Taro dan sebagainya. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini yakni pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah Teknik Non-probabilitas yaitu Teknik purposive sampling, snow-ball sampling, dan sampling jenuh. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah daftar cek pengamatan non partisipasi, kuesioner dan daftar pertanyaan wawancara terstruktur secara mendalam. Hasil penelitian ini didasarkan atas dua hasil analisis data, yaitu: (1) Analisis Situasi Saat Ini ( Present Situation Analyzes = PSA ), dan (2) Analisis Situasi Target (Target Situation Analyzes = TSA). Hasil analisis PSA menunjukkan bahwa 35% responden dan informan kunci adalah memiliki pengetahuan dan keterampilan Bahasa Inggris Dasar dalam memandu wisatawan di Desa Wisata Taro. Sementara itu, hasil analisis TSA menunjukkan bahwa 65% dari responden dan informan kunci membutuhkan Bahasa Inggris Khusus ( English for Specific Purposes= ESP) bagi pramuwisata lokal di Desa Wisata Taro yang focus kepada keempat keterampilan Bahasa Inggris secara terintegrasi, yaitu keterampilan berbicara, keterampilan menyimak, keterampilan membaca dan menulis, ditambah dengan komponen bahasa Inggrs yang lainnya seperti kosakata khusus tentang obyek wisata lokal, atraksi wisata, senidan budaya. The research aimed to identify, describe, and analyze the English language requirements for local tour guides at Taro Tourism Village in Gianyar Regency, Bali, as they carry out their daily responsibilities, including greetings, welcomes, introductions, and providing information. A qualitative research approach was employed, utilizing non-probability sampling techniques such as purposive sampling, snowball sampling, and abundant sampling. Data collection tools included non-participation observation checklists, questionnaires, and structured interview questions. The study's findings were based on two data analysis methods: Present Situation Analysis (PSA) and Target Situation Analysis (TSA). The PSA revealed that 35% of respondents and critical informants possessed a basic proficiency in general English, sufficient for guiding tourists at Taro Tourism Village. However, TSA indicated that 65% of respondents and critical informants required English for Specific Purposes (ESP), focusing on integrated language skills (speaking, listening, reading, and writing) and specialized vocabulary related to local tourist attractions, arts, cultures, traditions, and more. In summary, the research highlighted the need for local tour guides in Taro Tourism Village to enhance their English language skills, particularly in the context of ESP, to effectively communicate with tourists and provide an enriching experience while showcasing the village's attractions and culture.
Cite
CITATION STYLE
Widhiastuty, N. L. P. S., & Murdana, I. K. (2023). A NEED ANALYSIS ON ENGLISH FOR LOCAL TOUR GUIDES AT TARO TOURISM VILLAGE IN GIANYAR REGENCY BALI. Jurnal Kepariwisataan, 22(2), 133–138. https://doi.org/10.52352/jpar.v22i2.1041
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.