Abstract
Ashar Farm merupakan salah satu usaha peternakan kambing di Kota Payakumbuh yang perkembangannya berjalan lambat. Populasi kambing Ashar Farm terus berkurang karena kematian akibat sakit atau penyembelihan kambing akibat kelumpuhan. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan peternak terhadap manajemen pemeliharaan, khususnya manajemen kesehatan. Kuku yang panjang merupakan salah satu penyebab terganggunya kesehatan kaki kambing karena dapat menyebabkan terjadinya infeksi dan kelumpuhan yang akan menurunkan produktivitasnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan melatih keterampilan peternak dalam memelihara dan menjaga kesehatan kambing melalui pelatihan pemotongan kuku. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu persiapan, penyuluhan, pelatihan, dan evaluasi. Metode penyuluhan yang digunakan adalah penyampaian materi oleh Tim tentang good farming practices dan diskusi interaktif dengan peternak. Peralatan yang digunakan untuk pemotongan kuku kambing adalah alat sederhana yang mudah diperoleh di sekitar lokasi usaha peternakan. Kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan petani mengikuti kegiatan ini dengan baik dan antusias terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada Tim. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa petani telah mengadopsi informasi dan pengetahuan yang disampaikan oleh Tim selama pelaksanaan kegiatan terlihat dari bertambahnya pengetahuan dan keterampilan peternak. Peternak telah menguasai keterampilan pemotongan kuku dan menerapkannya pada kambing yang mereka pelihara. Peternak juga telah memperbaiki manajemen pemeliharaan agar kesehatan kambingnya terjaga dan produktivitasnya meningkat. Usaha peternakan kambing Ashar diharapkan dapat berkembang ke depannya dan meningkatkan taraf ekonomi peternak.Ashar Farm is one of the goat farming businesses in Payakumbuh City that has shown low progress. The population of Ashar Farm goats continued to decrease due to the death of sick goats or the slaughter of paralyzed goats. This phenomenon was due to farmers' need for knowledge in goat-raising management, especially health management. Goat long hoove was one of the causes of goat's feet leg disruption, which can cause infection, paralysis, and reduce the goat's productivity. This activity aimed to increase knowledge and coach farmers' skills in raising and maintaining goat health through hooves trimming training. This activity was carried out in several steps, i.e., preparation, counseling, training, and evaluation. The counseling method used was delivering material to the farmers about good farming practices and interactive discussions with farmers. Goat hooves trimming used simple equipment, which was easy to obtain nearby the farm. The activity was carried out according to the planning, and farmers participated well and enthusiastically, as seen from the many questions asked to the Team. Farmers have improved goat-raising management so that goats' health is maintained and their productivity increases. The evaluation results showed that farmers had adopted the information and knowledge conveyed by the Team during the implementation of activities, as seen from the rise in farmers' knowledge and skills. Farmers have skilled in hoove-trimming and apply it to their goats. They have also improved goat farming management so that the health of their goats is maintained and productivity increases.
Cite
CITATION STYLE
Reswati, R., Yuzaria, D., & Syahardi, A. (2023). SOSIALISASI PEMOTONGAN KUKU DAN PEMELIHARAAN KESEHATAN KAMBING PADA ASHAR FARM DI KOTA PAYAKUMBUH. BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN, 6(2), 97–105. https://doi.org/10.25077/bina.v6i2.511
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.