Paradigma Penelitian Manuskrip Al-Qur’an: dari Diskursus ke Metodologi

  • Yafik Mursyid A
N/ACitations
Citations of this article
127Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami metodologi penelitian manuskrip Al-Qur’an berdasarkan asumsi-asumsi dasar penelitian. Kebutuhan atas metodologi manuskrip Al-Qur’an didasarkan atas jumlah manuskrip Al-Qur’an yang banyak disimpan tidak hanya di Indonesia melainkan juga di negara lain, seperti Inggris, Belanda, Malaysia dsb. banyaknya manuskrip Al-Qur’an yang ditemukan berbanding terbalik dengan jumlah penelitian terhadap manuskrip Al-Qur’an. beberapa perguruan tinggi di Indonesia, khususnya prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir belum banyak yang memperkenalkan kajian ini kepada mahasiswanya. Hal ini disebabkan kurangnya literatur yang fokus membahas kajian manuskrip Al-Qur’an. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan literatur-literatur yang berkaitan dengan manuskrip Al-Qur’an. hasil penelitian ini menunjukan bahwa kajian atas manuskrip Al-Qur’an telah digunakan dalam penelitian atas sejarah Al-Qur’an. hal ini terlihat pada beberapa penelitian yang dilakukan oleh para orientalis yang membahas tentang sejarah Al-Qur’an seperti Alphonso Mingana, Christoph Luxenberg, Nabia Abbot serta metodologi textual criticism criticism yang diperkenal oleh para orientalis dalam mengkaji Al-Qur’an. Penelitian ini memberi kontribusi dalam memetakan diskursus kajian manuskrip Al-Qur’an dan juga menawarkan metodologi baru dalam penelitian manuskrip Al-Qur’an.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yafik Mursyid, A. (2022). Paradigma Penelitian Manuskrip Al-Qur’an: dari Diskursus ke Metodologi. Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 21(02), 77–95. https://doi.org/10.32939/islamika.v21i02.817

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free