ALISIN DAN POLIFENOL SEBAGAI FUNGISIDA ORGANIK POTENSIAL UNTUK MENEKAN PERTUMBUHAN PATOGEN PENYEBAB PENYAKIT BERCAK DAUN KELAPA SAWIT

  • Yusup C
  • Eris D
  • Priwiratama H
N/ACitations
Citations of this article
37Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Bercak daun merupakan penyakit minor pada tanaman kelapa sawit menghasilkan, namun menjadi masalah yang cukup serius pada fase pembibitan. Pengendalian penyakit bercak daun hingga saat ini masih mengandalkan fungisida sintetik dengan dampak negatif yang cukup tinggi bagi lingkungan, organisme target dan non target, serta terhadap manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi fungisida organik berbahan dasar alisin dan senyawa polifenol untuk menekan perkembangan patogen penyakit bercak daun kelapa sawit. Peracunan media dengan konsentrasi alisin dan polifenol masing-masing 0,1, 0,2, 0,4 dan 0,8%, serta campurannya dengan dua konsentrasi berbeda, digunakan selama pengujian in vitro. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa baik alisin dan polifenol berpotensi digunakan sebagai bahan aktif fungisida untuk menekan patogen bercak daun kelapa sawit. Senyawa alisin memiliki aktivitas antifungal yang lebih tinggi dibandingkan polifenol yang ditunjukkan dengan nilai LC50 yang lebih rendah. Kombinasi kedua senyawa ini dapat menekan pertumbuhan patogen bercak daun kelapa sawit hingga 100%.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yusup, C. A., Eris, D. D., & Priwiratama, H. (2023). ALISIN DAN POLIFENOL SEBAGAI FUNGISIDA ORGANIK POTENSIAL UNTUK MENEKAN PERTUMBUHAN PATOGEN PENYEBAB PENYAKIT BERCAK DAUN KELAPA SAWIT. WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit, 28(3), 146–153. https://doi.org/10.22302/iopri.war.warta.v28i3.113

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free