Perbandingan Performansi Pengamanan File Backup LPSE Menggunakan Algoritma DES dan AES

  • Darma Udayana I
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
30Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

LPSE is an institution that was established to provide services for the procurement of goods and services electronically which facilitates the ULP. LPSE has a main server that contains data of procurement of goods and services. To ensure availability of per transaction data and to support the availability of the server, the server backup devices are provided. In the mechanism, the backup data from the main server to the backup server transmision over the network LAN is implemented. In the process of data transfer, a method for maintaining data security is required. Encryption and description methods used in this study are DES and AES algorithms. Because it contains the encryption process, it is required a computational processes that would burden the server. From the test results, the AES method is better than the DES method with an average time of 195.4 seconds for each encryption file, 189.1 seconds faster than DES method. The file size of encryption is not much different, so it would make the time required in the backup process is not much different. With less time required in the security process, the server load also decreased. Intisari-LPSE merupakan suatu lembaga yang didirikan dengan tujuan untuk menyelenggarakan sistem pelayanan pengadaan barang dan jasa secara elektronik dengan memfasilitasi ruang lingkup kerja ULP. LPSE mempunyai server utama yang berisi data penting pengadaan barang dan jasa. Untuk menjaga availability data setiap transaksi dan mendukung availability sistem tersebut, maka disediakan perangkat server cadangan. Dalam mekanismenya dilakukan backup data dari server utama menuju server backup melalui jaringan LAN. Pada proses transfer data diperlukan suatu metode agar keamanan data dapat dijaga. Mekanisme keamanan data enkripsi dan deskripsi yang digunakan adalah algoritma DES dan AES. Karena adanya proses enkripsi ini, diperlukan komputasi yang secara tidak langsung akan membebani server. Dari hasil pengujian, metode AES lebih unggul daripada metode DES dengan rata-rata waktu enkripsi setiap file sebesar 195,4 detik, lebih cepat 189,1 detik dari metode DES. Ukuran file hasil enkripsi juga tidak jauh berbeda, sehingga membuat waktu yang dibutuhkan dalam proses backup juga tidak jauh berbeda. Dengan semakin sedikit waktu yang dibutuhkan dalam proses pengamanan, maka beban server juga akan semakin berkurang.

Cite

CITATION STYLE

APA

Darma Udayana, I. P. A. E., & Sastra, N. P. (2016). Perbandingan Performansi Pengamanan File Backup LPSE Menggunakan Algoritma DES dan AES. Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, 15(1), 111–117. https://doi.org/10.24843/mite.1501.19

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free