Abstract
Pengemasan, suhu dan lama waktu peyimpanan, kandungan metabolik sekunder dan kapasitas antioksidan produk minuman merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kemasan botol dan suhu penyimpanan terhadap kandungan metabolik sekunder, kapasitas antioksidan dan cemaran mikroba pada minuman sirup ekstrak bawang tiwai. Perlakuan penelitian ini menggunakan variasi jenis kemasan botol yaitu botol kaca transfaran yang dilapisi aluminium foil, botol coklat, botol plastik yang dilapisi aluminium foil dan variasi suhu penyimpanan : suhu ruang (27OC), suhu 6OC (lemari pendingin), suhu 20OC (ruang AC). Lama penyimpanan sirup ekstrak bawang tiwai dengan interval waktu 7, 14, 21 hari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan kemasan botol A, B C dengan makin lama waktu penyimpanan dapat menurunkan total senyawa fenolik, total flavonoid dan kapasitas antioksidan minuman ekstrak bawang tiwai. Lama penyimpanan minuman ekstrak bawang tiwai mampu bertahan disimpan selama 7 hari dengan kemasan botol kaca transparan yang dilapisi aluminium foil dan botol coklat pada suhu ruang dan suhu 6OC (lemari pendingin). Kata
Cite
CITATION STYLE
Saputra, S. H., Sampepana, E., & Susanty, A. (2018). Pengaruh Kemasan Botol, Suhu dan Lama Penyimpanan Sirup Ekstrak Bawang Tiwai (Eleutheriana americana Merr) terhadap Metabolik Sekunder dan Mikroba. Jurnal Riset Teknologi Industri, 12(2), 159–168. https://doi.org/10.26578/jrti.v12i2.4355
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.