Pengaruh metode penyarian terhadap kadar alkaloid total daun jembirit (Tabernaemontana sphaerocarpa. BL) dengan metode spektrofotometri visibel

  • Salamah, M.Sc, Apt. N
  • Rozak M
  • Al Abror M
N/ACitations
Citations of this article
648Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Salah satu tanaman yang mengandung alkaloid adalah tanaman jembirit (Tabernaemontana sphaerocarpa BL). Getah dan daun dari tanaman ini telah digunakan untuk mengobati penyakit kulit dan keseleo. Alkaloid dari tanaman jembirit bersifat sitotoksik untuk melawan sel kanker pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode penyarian terhadap kadar alkaloid total dari daun jembirit. Daun jembirit diekstraksi dengan metode maserasi dan penyarian dengan alat Soxhlet menggunakan pelarut etanol 70 %. Standarisasi ekstrak dilakukan dengan uji kadar abu, uji susut pengeringan, dan rendemen ekstrak. Analisis kualitatif dilakukan dengan uji alkaloid. Penetapan kadar alkaloid total dilakukan dengan metode spektrofotometri visible menggunakan pengompleks Bromocresol green. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun jembirit mengandung senyawa alkaloid. Hasil penetapan kadar alkaloid total hasil maserasi adalah 0,727 % ± 0,0032, kadar alkaloid total hasil penyarian dengan alat soxhlet adalah 0,666 % ± 0,0022. Dari hasil analisis statistika diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan bermakna kadar alkaloid total antara maserasi dan penyarian dengan alat Soxhlet, dilihat dari nilai signifikansi (0,001<0,005).

Cite

CITATION STYLE

APA

Salamah, M.Sc, Apt., N., Rozak, M., & Al Abror, M. (2017). Pengaruh metode penyarian terhadap kadar alkaloid total daun jembirit (Tabernaemontana sphaerocarpa. BL) dengan metode spektrofotometri visibel. Pharmaciana, 7(1), 113. https://doi.org/10.12928/pharmaciana.v7i1.6330

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free