Abstract
Tujuan penelitian ini adalah mengkaji apakah sektor industri pengolahan terutama yang berskala besar dan sedang merupakan sektor basis atau bukan basis di wilayah Kabupaten Bogor ditinjau dari aspek perluasan lapangan pekerjaaan. Metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Analisis Location Quotient (LQ), (2) Analisis surplus tenaga kerja, (3) Koefisien pengganda, (4) Kuosien spesialisasi, (5) Kuosien lokalisasi. Hasilnya menunjukan sektor industri pengolahan merupakan sektor basis berdasarkan indikator pendapatan. Namun, sektor tersebut bukan merupakan sektor basis berdasarkan indikator tenaga kerja. Hal tersebut menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan kurang berperan dalam perluasan lapangan pekejaan dibanding sektor lainnya. Tetapi, beberapa subsektor industri pengolahan merupakan subsektor basis. Subsektor-subsektor tersebut adalah subsektor makanan, minuman dan tembakau, subsektor tekstil, pakaian jadi dan kulit, subsektor kayu, bambu, rotan, rumput dan sejenisnya termasuk perabot rumah tangga, subsektor kertas, barang dari kertas, percetakan dan penerbitan subsektor kimia dan barang dari kimia, minyak bumi, batubara, karet dan subsektor barang galian bukan logam. Kata kunci: LQ; sektor basis; sektor industri
Cite
CITATION STYLE
Fakrudin, F., & Jamal, A. (2021). ANALISIS SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHA DITINJAU DARI PENYERAPAN TENAGA KERJA: di Kabupaten Bogor. Ekspansi: Jurnal Ekonomi, Keuangan, Perbankan, Dan Akuntansi, 13(1), 46–66. https://doi.org/10.35313/ekspansi.v13i1.2545
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.