Abstract
Sepak bola merupakan olahraga yang berintensitas tinggi sehingga atlet sepak bola terlebih lagi atlet profesional dituntut memiliki kapasitas aerobik (VO2 Max) yang optimal untuk menampilkan performa maksimal di setiap pertandingan. Salah satu aspek yang dapat memengaruhi VO2 Max adalah persentase lemak tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh persentase lemak tubuh terhadap kapasitas aerobik (VO2 Max) atlet sepak bola profesional di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode potong lintang dengan pengumpulan data melalui tes serta pengukuran. Populasi penelitian adalah atlet sepak bola Bhayangkara Football Club yang bermain di Liga 1 Indonesia 2021/2022. Sampel penelitian berjumlah 27 orang dengan teknik sampel jenuh. Persentase lemak tubuh diukur menggunakan metode tebal lipatan kulit (skinfold) Jackson Pollock 7 lokasi. Nilai VO2 Max diukur menggunakan metode Yo-Yo Intermittent Recovery Test Level 2. Rata-rata persentase lemak tubuh atlet Bhayangkara Football Club adalah 9,46 ± 2,38% dengan rumus Brozek dan 8,88 ± 2,57% dengan rumus Siri. Rata-rata VO2 Max atlet adalah 56,36 ± 3,41 ml/kg/min. Hasil analisis data dengan uji Pearson diperoleh korelasi yang bersifat negatif antara persentase lemak tubuh dengan VO2 Max (p = 0,042; r = -0,394). Hal ini menunjukkan semakin rendah persentase lemak tubuh maka semakin baik kapasitas aerobik seorang atlet.
Cite
CITATION STYLE
Shabrina, S., Ghozali, D. A., & Rahayu, D. (2022). Pengaruh persentase lemak tubuh terhadap kapasitas aerobik atlet sepak bola profesional. Sporta Saintika, 7(1), 33–45. https://doi.org/10.24036/sporta.v7i1.207
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.